KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb. (Salam Damai dan Sejahtera),

Misi website ini adalah memberi pendidikan dan pengetahuan (terutama kepada non-muslim) mengenai tujuan hidup dari sisi agama Islam dan persamaan nya dengan agama-agama besar lain, terutama Kristen, Katolik, Hindu dan Budha.

Banyak sekali orang di dunia ini (muslim dan non-muslim) belum betul-betul memahami mengapa kita, umat manusia, di lahirkan dan hidup di dunia ini. Apakah sebenarnya Tujuan Hidup ini?

Sebagai contoh, apabila anda menanyakan anak kecil apa cita-cita apabila sudah dewasa ? Kebanyakan mereka menjawab jenis pekerjaan apabila kelak sudah dewasa, misalnya, ingin menjadi dokter, pengacara, pengusaha atau bahkan presiden. Apabila anda menanyakan orang dewasa, sebagian besar anda akan mendapatkan jawaban yang mirip atau apapun jawaban-nya adalah ujung-ujungnya menyangkut harta, jabatan, kebahagiaan hidup, punya banyak anak ketuunan, dan lain-lain. Jadi intinya, setiap individual mempunyai tujuan masing-masing yang berbeda dan semua nya hanya ingin meraih sesuatu di dunia ini.

Sangat disesalkan, sedikit sekali mereka akan menjawab bahwa cita-cita yang di kejar adalah ingin sukses di kehidupan setelah kematian, yaitu cita-cita ingin masuk surga dan hidup sejahtera selama-lama nya. Inilah Ultimate Goal atau tujuan besar yang sesungguhnya.

Sebagai contoh sejarah, apabila anda bersalah melakukan kejahatan, polisi akan menangkap dan memasukan anda ke dalam penjara. Dan lalu pertanyaan nya adalah: Apabila di dalam penjara, anda menyesali perbuatan anda dan ingin berubah, apakah anda akan berusaha keras untuk hidup terus menerus di dalam penjara, atau apakah anda ingin ke cepat keluar penjara dan berbuat baik di kampung halaman nya kembali? Pastilah, kebanyakan ingin memilih pilihan yang kedua.

Dahulu kala, bapak tertua kita, Nabi Adam, hidup di kampung Surga (tempat asal beliau). Lalu, karena godaan setan, beliau dan istri, Hawa, berbuat kesalahan dengan tidak mematuhi perintah Tuhan (memakan buah terlarang di Surga). Lalu, Tuhan menghukum beliau keluar dari Surga dan masuk ke dunia. Perhatikan, dunia adalah ibarat penjara (karena beliau telah melakukan kesalahan). Setelah itu, Nabi Adam, berusaha memperbaiki diri selama hidup di dunia. Pertanyaan yang sama dari paragraph di atas, apakah Nabi Adam ingin memperbaiki diri untuk tinggal selama nya di dunia, ataukah ingin meraih kembali kampung halaman nya (surga) ? Tentunya, beliau juga memilih pilihan kedua.

Sadar atau tanpa di sadari, kebanyakan manusia ingin terus berbuat baik dan mencapai cita-cita nya di dunia ini. Padahal, dunia ini adalah penjara nya Nabi Adam. Dan kita, saat ini, memilih pilihan pertama. Sangat di sayangkan.

Bagi anda yang non-muslim, segala informasi website ini tidak bermaksud untuk menyinggung atau menistakan agama-agama lain. Namun, website ini menjelaskan dan memberikan beberapa bukti persamaan-persamaan antar lintas agama yang pernah di ajarkan oleh para utusan Tuhan pada ribuan tahun lalu. Para utusan Tuhan membawa kabar dan pesan apakah tujuan hidup kita.

Segala informasi website ini juga tidak bermaksud untuk memaksa penganut agama untuk masuk ke dalam agama Islam, karena seorang muslim dilarang untuk memaksa penganut suatu agama untuk masuk Islam. Namun, seorang Muslim mempunyai kewajiban untuk memberi atau menerangkan ilmu pengetahuan, sejarah dan bukti-bukti ajaran peninggalan para utusan Tuhan. Setelah mempelajari, para penganut agama lain mempunyai hak untuk mempertimbangkan dan memutuskan pilihan nya masing-masing. Namun ingat, pilihan anda akan di pertanyakan dan di pertanggung jawabkan oleh Tuhan di kehidupan setelah kematian kelak (bukan di alam dunia ini).

Bagi umat Islam (Muslim) kebanyakan telah mengetahui bahwa hidup ini untuk beribadah kepada Allah, namun kebanyakan dari mereka, dalam prakteknya, masih kurang memahami betul apakah ibadah itu. Disini, ada perbedaan antara mengetahui dan memahami. Misalnya, apabila anda hendak melanjutkan pendidikan dari Sekolah Menengah Atas (SMA) ke Perguruan Tinggi (Universitas), anda telah mengetahui bahwa anda wajib mengambil ujian masuk perguruan tinggi, namun anda masih kurang memahami bagaimana strategi untuk lolos ujian tersebut, yaitu dengan belajar rajin dan mengumpulkan nilai sebanyak mungkin.

Apabila anda perhatikan kata-kata “Belajar” dan “Mengumpulkan Nilai” adalah kedua hal yang mesti kita lakukan sehari-hari dalam hidup ini. Belajar adalah mempelajari ajaran-ajaran dan menjauhi larangan-larangan agama (yang telah di ajarkan oleh para Utusan Tuhan, atau Nabi). Setelah mengetahui ajaran-ajaran tersebut, selanjutnya kita mesti mengumpulkan nilai (pahala) dengan beribadah dan berbuat baik (seperti memberi sedekah, membagi ilmu, dan lain-lain). Nilai disini bisa di artikan sebagai pahala. Dengan mengumpulkan pahala, anda akan menjadi orang beruntung dan kaya sewaktu menghadapi kehidupan setelah kematian. Semakin banyak pahala, maka semakin besar peluang anda untuk masuk ke Surga.

Informasi lebih detail bisa anda lihat di tab-tab berikutnya, mengenai Kehidupan Setelah Kematian, Pertanyaan-Pertanyaan (FAQ) tentang Islam, dan lain-lain. Semoga informasi di website ini bermanfaat. Apabila ada pertanyaan, atau concern, anda bisa mengirim email ke: lifepurpose2017@gmail.com

Kami akan segera membalas pertanyaan-pertanyaan anda. Sekian, Terima kasih telah mengunjungi dan membaca informasi tentang website ini.

Wassalamualaikum Wr. Wb.,

Pengelola Yayasan Denta

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *