KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN

KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN

Apabila anda menanyakan anak-anak kecil apa cita-cita mereka apabila sudah dewasa, kebanyakan mereka menjawab jenis pekerjaan apabila kelak sudah dewasa, misalnya, ingin menjadi dokter, pengacara, pengusaha atau bahkan presiden. Apabila anda menanyakan orang dewasa, sebagian besar anda akan mendapatkan jawaban yang mirip atau apapun jawaban-nya adalah ujung-ujungnya menyangkut harta, jabatan, kebahagiaan hidup, punya banyak anak keturunan, dan lain-lain. Jadi pada dasarnya, setiap individual mempunyai tujuan masing-masing yang berbeda dan semua nya hanya ingin meraih sesuatu di dunia ini.

Namun, sedikit sekali mereka akan menjawab bahwa cita-cita yang di kejar adalah ingin sukses di kehidupan setelah kematian, yaitu cita-cita ingin masuk surga dan hidup sejahtera selama-lama nya. Inilah Ultimate Goal atau tujuan besar yang sesungguhnya.

Kepuasan manusia tidak akan ada akhirnya. Kita semua berusaha keras untuk mencapai cita-cita kita masing-masing. Banyak sekali yang ingin kita raih di dunia kehidupan saat ini. Pada umumnya, berikut adalah daftar cita-cita manusia, yaitu menginginkan lebih banyak hal-hal sebagai berikut:

  1. Harta benda dari hasil jerih payah pekerjaan,
  2. Lawan jenis dari pernikahan,
  3. Keturunan untuk memperbesar keluarga,
  4. Meraih berbagai macam ilmu dari pendidikan-pendikan tinggi, atau
  5. Hanya untuk menikmati hidup menjadi lebih bahagia, nyaman dan teratur (kebahagiaan) semaksimal mungkin selama kita hidup.

Sebagian besar setiap orang menginginkan salah satu atau semua list tertera di atas. Kemungkinan masih ada cita-cita yang lain, tapi apapun itu kemungkinan besar masih termasuk kategori salah satu daftar di atas. Sebagai contoh, apabila anda ingin menghabiskan waktu hidup untuk berwisata (traveling) keliling dunia, keinginan anda ingin termasuk dalam kategori harta benda dan kebahagiaan. Hal ini karena untuk berpergian, anda pasti memerlukan uang banyak (harta benda) dan dengan tujuan ingin bersenang-senang (kebahagiaan). Dan seterusnya. Jadi, silahkan anda pilih salah satu daftar di atas, atau kombinasi dari beberapa.
Setelah memilih, lalu pertanyaan-nya: Apakah anda benar benar yakin bahwa cita-cita ini yang anda ingin kan di kehidupan ini ? Sebelum menjawab, mari anda membaca lebih lanjut di bawah ini.

Pada awal nya, terkadang sebagian besar atau sebagian kecil dari kita, cita-cita tersebut dapat kita raih, namun kadang kala beberapa di antara kita juga, cita-cita tersebut tandas di tengah jalan atau sama sekali tidak dapat di raih-nya hingga ajal merenggut nyawa.

Walaupun seseorang telah berhasil mencapai salah satu target cita-cita, di dalam hati dan kemauannya, dia pasti akan berusaha untuk mencapai target yang lebih lagi pada kesempatan yang berikutnya. Dan seterusnya. Pada dasarnya, manusia selalu menjadi lebih baik dan terbaik setiap saat ada kesempatan. Hal ini adalah sifat naluri manusia. Namun sayangnya, umur manusia itu terbatas. Di era modern saat ini, banyak para ilmuwan di bidang kesehatan bersepakat bahwa tidak banyak manusia yang bisa hidup di dunia ini melampaui umur 120 tahun. Faktor keterbatasan umur ini adalah hukum alam, dan setiap manusia sangat yakin dan pasti akan mati cepat atau lambat walaupun seseorang tersebut mendapatkan fasilitas perawatan dan kesehatan yang sangat baik. Mengingat umur yang terbatas ini, tidak seseorang pun yang akan merasa puas dengan hasil yang dicapainya di dunia ini.

Lalu, mari kita berpikir kembali. Cita-cita diatas yang anda ingin raih dengan kerja keras dan menghabiskan banyak waktu anda yang pada akhir-nya be-resiko kandas pula. Apabila anda meninggal dunia, anda tidak akan membawa sepersen pun uang yang anda simpan. Seluruh harta anda akan anda wariskan ke keluarga atau kerabat. Apakah anda akan merasa puas? Apabila tidak, apakah ini yang kita sebut sebuah cita-cita? Apabila ada seseorang menawarkan cita-cita yang tidak beresiko tidak akan merugi dan kekal abadi, apakah anda bersemangat menginginkan dan mengejar nya?

Penahkah terpikir oleh anda bahwa setelah kita meninggal dunia kelak, apakah selesai sudah perjalan hidup kita, atau apakah akan ada kehidupan lain yang akan menyambung kehidupan dunia ? Kehidupan selanjutnya yang akan jauh lebih kekal, tanpa batas ruang, umur dan waktu?

Dan sesungguhnya, hal ini menjadi pemikiran seseorang yang berakal bahwa apabila dia sudah meninggal dunia, dia akan berharap menuju ke kehidupan lain yang lebih kekal dan bisa meneruskan dan memenuhi cita-cita nya di dunia. Bukankah pengetahuan ini adalah hal atau pengetahuan yang menyenangkan untuk dipelajari? Dan membuat kita bersemangat untuk mencari tau lebih dalam dan detail lagi?

Alasan lain mengapa kita harus mempercayai adanya kehidupan setelah kematian adalah kehidupan tersebut akan membawa keadilan yang belum terpenuhi di dunia ini. Kita semua tau bahwa banyak kasus kejahatan yang pernah terjadi di dunia ini, namun pelaku kejahatannya belum di hukum secara adil. Berikut adalah video cuplikan mengapa kehidupan setelah kematian harus ada, secara logika.

Apabila anda yakin bahwa akan ada kehidupan selanjutnya (setelah kematian) dan anda bersemangat untuk mencari tau darimana asal kita dan apakah tujuan hidup kita di dunia. Untuk itu, maka ada beberapa hal yang wajib anda perhatikan adalah sbb:

1.Dari mana asal kita?

2. Siapakah pemilik kehidupan setelah kematian ini ?
3. Apakah ada pendahulu-pendahulu kita (guru-guru) yang pernah mengajarkan ilmu alam setelah kematian? Dan apakah ilmu pengetahuan sains bisa membuktikan kehidupan tersebut?
4. Apakah syarat-syarat dan peraturan untuk bisa memasuki dan menikmati kehidupan tersebut ?
Pertanyaan-petanyaan di atas seperti nya mengarah ke ilmu agama. Dan memang, kehidupan kita saat ini dan kemudian (setelah kematian) semuanya akan bergantung dan tidak bisa lepas dari ilmu agama. Namun, kebanyakan orang telah hanyut di sibukan oleh kehidupan dunia saat ini yang dimana mereka pikir lebih prioritas, di bandingkan dengan kehidupan kelak setelah kematian.

DARIMANA ASAL KITA?

Mempelajari sejarah adalah pelajaran penting karena ini menyangkut bukti-bukti kebenaran untuk menentukan pilihan kita di masa sekarang atau masa depan. Apabila anda ingin mengetahui apa maksud dan tujuan kehidupan ini, kita wajib mempelajari apa yang menjadi tujuan orang yang hidup pada zaman dahulu. Lalu, dari pelajaran ini, kita bisa selidiki apakah tujuan orang zaman dahulu masih atau tidak releven dengan kehidupan masa kini dan masa depan. Dengan pedoman ini, maka kita sebaiknya menyelidiki orang pertama yang pernah hidup di dunia ini.

    

Sebelumnya, mari kita membuat perumpamaan sebagai berikut: Apabila anda bersalah melakukan kejahatan, misalnya seperti mencuri atau membunuh, polisi akan menangkap dan memasukan anda ke dalam penjara. Dan lalu pertanyaan nya adalah: Apabila di dalam penjara, anda menyesali perbuatan anda dan ingin berubah, apakah anda (di dalam penjara) akan berusaha keras untuk hidup terus menerus di dalam penjara, atau apakah anda ingin ke cepat keluar penjara dan melanjutkan hidup di kampung halaman nya kembali? Pastilah, kebanyakan ingin memilih pilihan yang kedua.

Dahulu kala, sejarah mencatat bahwa bapak tertua kita, Nabi Adam, hidup di kampung Surga (tempat asal beliau). Namun karena godaan setan, beliau dan istri, Hawa, berbuat kesalahan dengan tidak mematuhi perintah Tuhan (memakan buah terlarang di Surga). Lalu, Tuhan menghukum beliau keluar dari Surga dan masuk ke dunia bumi. Perhatikan bahwa dunia pada masa itu adalah tempat pembuangan atau penjara bagi Nabi Adam (karena beliau telah melakukan kesalahan). Setelah itu, Nabi Adam, berusaha memperbaiki diri selama hidup di dunia. Pertanyaan yang sama dari perumpamaan penjara di paragraph di atas, apakah Nabi Adam ingin memperbaiki diri untuk tinggal selama nya di dunia bumi, ataukah ingin meraih kembali kampung halaman nya (surga) ? Tentunya, beliau juga memilih pilihan kedua.

Begitulah persamaan dengan kehidupan di dunia ini. Sadar atau tanpa di sadari, kebanyakan manusia ingin terus berbuat baik dan mencapai cita-cita nya di dunia ini. Padahal, dunia ini hanya lah penjara nya Nabi Adam. Dan ironis-nya, kita, saat ini, memilih pilihan pertama. Sangat di sayangkan.

Jadi disini, sudah jelas bahwa pengetahuan tentang sejarah sangat berperan penting untuk kita dalam mengetahui tentang kebenaran yang terjadi di masa lalu dan mampu mengambil keputusan untuk masa depan.

 

SIAPAKAH PEMILIK KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN INI ?

Apabila anda adalah seorang yang mempercayai adanya kehidupan setelah kematian, namun anda tidak mempercayai adanya Tuhan atau tidak beragama (atheist atau agnostik), anda terlebih dahulu perlu mengenal dan mencari tau siapa pemilik seluruh alam beserta isinya. Ya, anda sudah sering dengar bahwa Tuhan adalah pemilik segala alam semesta dan kehidupan setelah kematian. Namun anda bertanya-tanya, benarkah Tuhan itu bena-benar ada?

Mari kita pikirkan sebuah perumpamaan sebagai berikut: Semua orang menyetujui bahwa, setiap ada sebuah properti rumah yang mewah, terawat dan megah pastilah terdapat pemilik nya. Itu tidak mungkin terjadi rumah itu terbangun sendiri tanpa ada yang membangun dan merawat nya. Boleh jadi pemiliknya pernah ada lalu sudah tidak ada lagi (meninggal dunia, bepergian jauh dan tidak pernah kembali, dan lain-lain), namun apabila sudah tidak ada lagi, maka rumah mewah tersebut akan menjadi rusak dan hancur. Sama halnya dengan kehidupan setelah kematian di surga yang luasnya sangat luar biasa, hampir-hampir tidak ada batasnya, sudah pasti ada yang memiliki dan merawat nya. Dan, lalu apabila kita ingin memasuki nya, sudah pasti kita berusaha meminta ijin dan Tuhan, sebagai pemilik, berhak menentukan siapa-siapa saja yang layak untuk memasuki nya.

Klik disini apabila anda masih menginginkan bukti lebih bahwa Tuhan itu terutama bukti dalam ilmu pengetahuan sains.

Setelah anda mempercayai hal-hal diatas, dan apabila anda sekarang mempercayai adanya kehidupan setelah kematian, maka sudah semestinya anda menyakini adanya Tuhan, karena siapa kah yang akan membangkitkan manusia untuk hidup kembali apabila tidak ada Tuhan yang mempunyai kekuatan untuk melakukan itu, alias secara logika, tidak mungkin hal ini terjadi sendirinya.

Apabila kita sudah yakin bahwa Tuhan adalah pemilik kehidupan surga tersebut, kita perlu mencari tau dan mengetahui siapa nama Tuhan tersebut? Dengan tujuan untuk meminta di berikan akses ke kehidupan selanjutnya ini. Ini penting karena di dunia ini terdapat berbagai macam agama yang masing-masing mempunyai kepercayaan nama Tuhan masing-masing. Namun, kita tidak bisa menganggap bahwa semua agama adalah benar. Konsep ini tidak benar karena apabila setiap agama mempunyai Tuhan sendiri, maka sudah pasti setiap Tuhan tersebut akan saling bertengkar dan berebut untuk memiliki kehidupan alam semesta ini, kehidupan setelah kematian dan surga tersebut, yang serba sempurna. Dan sejauh era pencipataan langit dan bumi ini, tidak pernah ada era peperangan antar Tuhan, maka kita bisa ambil kesimpulan bahwa jumlah Tuhan selama ini adalah hanya satu. Dan, Tuhan tersebut harus Maha memiliki segala nya, termasuk surga dan kehidupan dunia ini. Oleh karena itu, konsep satu agama dan satu Tuhan adalah konsep yang benar. Tugas penting kita hidup di dunia ini adalah, dari sekian banyak agama di atas, memilih agama mana yang benar, sebelum terlambat (atau sebelum kematian menemui kita).

Sebenarnya sejak dulu atau bahkan sejak jaman purbakala, orang sudah mempercayai adanya Tuhan dan berusaha mencari tau namun sayangnya kepercayaan terhadap Tuhan ini terpecah menjadi beberapa kepercayaan (agama). Untuk mempersingkat waktu, mari kita melakukan investigasi beberapa kepercayaan agama yang banyak di anut oleh penduduk bumi, dan daftar ini saya susun berdasarkan urutan waktu kapan agama ini mulai lahir, sebagai berikut:

HINDU

Di dalam ajaran agama Hindu, walaupun mengajarkan adanya banyak Tuhan yang harus di patuhi dan sembah, namun ada beberapa penganut agama Hindu yang meyakini bahwa Tuhan hanya ada satu. Namun, sayangnya saat ini, mayoritas penganut agama Hindu menyembah banyak Tuhan.

Apabila anda menyembah banyak Tuhan, apakah anda yakin bahwa anda sudah cukup banyak menyembah Tuhan yang satu dari sekian banyak Tuhan yang anda sembah? Dan tentunya, setiap Tuhan pasti akan berusaha untuk mencari posisi yang lebih tinggi, dan meraih posisi yang teratas.

Konsep agama Hindu ini tidak sesuai dengan konsep bahwa Tuhan itu Satu dan yang Maha Memiliki segalanya.

BUDHA

Pendiri doktrin Buddhisme (Budha) ini ialah Siddhartha Gautama Buddha. Siddhartha ialah nama yang berikan oleh ibu bapanya manakala Gautama pula ialah nama keluarga (gotra). Buddha pula menandakan seseorang manusia itu telah mencapai taraf kesedaran kerohanian yang sempurna. Perhatikan kata “seorang manusia” di sini. Ini berarti Budha sendiri mengakui bahwa dirinya adalah hanyalah seoang manusia biasa yang di lahirkan dari keluarga manusia juga, yaitu Gautama.

Buddha tidak mengajar mengenai hal-hal ketuhanan, metafizika atau suatu falsafah kerana beliau sendiri tidak menggalakkan falsafah. Sebaliknya, ajaran Buddha merupakan ajaran-ajaran psikologi dan etika yang berhubung kait dengan kehidupan. Ajaran-ajaran metafizika dalam Buddhisme adalah tambahan (Ahhidhamma) kemudian kepada ajaran asal Buddha (Dhamma). Mengenai ajaran Dharma bisa di bahas lain waktu, namun yang terpenting disini, Budha sendiri tidak menganggap dirinya sebagai Tuhan, melainkan hanya sebagai seorang guru. jadi kesimpulannya Budha tidak pernah menciptakan surga dan tidak akan bisa menghidupkan orang kembali setelah kematian. Hanya Tuhan saja lah yang mampu menciptakan segala alam semesta beserta isinya, dan termasuk juga surga.

Selain itu, Budha sendiri lebih mengajarkan kehidupan setelah kematian terjadi di bumi lagi, atau bukan di alam lain (atau surga). Konsep ini sama dengan konsep reinkarnasi dalam ajaran agama Hindu.

Konsep agama Budha juga ini tidak sesuai dengan konsep bahwa Tuhan itu Satu dan yang Maha Memiliki segalanya.

YAHUDI

Agama Yahudi adalah agama yang pertama kali mempercayai adanya konsep “Monotheism” (kepercayaan hanya ada satu Tuhan). Nama pribadi Tuhan dalam Bahasa Ibrani terdiri dari 4 huruf: YHWH, seperti yang diberikan kepada nabi Musa sewaktu Musa menanyakan siapa nama-Nya di dalam Kitab Keluaran (Shemoth). Nama ini yang sangat takut diucapkan oleh orang Ibrani (Israel) sehingga mereka hanya menggunakan kata Adonai (=tuan, tuanku) saat membaca tulisan YHWH di kitab suci. Dalam Alkitab bahasa Indonesia, kata YHWH ditulis Tuhan (semua huruf besar atau small cap), dan mereka juga mengakui kata “Allah” yang dipakai untuk kata Ibrani “El” atau “Elohim“. Untuk kata sebutan “Allah” banyak istilah dalam bahasa Ibrani. Kata Adonai atau El dan sebagainya untuk diucapkan tidaklah ditakuti oleh orang Ibrani.

Dalam bahasa Ibrani, kata Allah disebut dengan berbagai kata:

  • Adonai, Tuan atau Tuanku atau Allah yang Perkasa
  • El, Allah yang Kuat
  • Elohim, Sang Pencipta yang Maha Kuasa
  • Elyon, Allah yang Maha Tinggi
  • Elohe Yisrael, Allah Israel
  • El Olam, Allah yang Kekal
  • El Roi, Allah yang Melihat
  • El Shaddai, Allah yang Maha Perkasa
  • Immanuel, Allah bersama kita

Namun sayangnya, agama ini adalah agama tertutup. Artinya, seseorang yang tidak mempunyai darah keturunan Yahudi (terutama dari sisi ayah), maka orang tersebut tidak layak menjadi atau memeluk agama Yahudi. Lalu, apabila anda bukan keturunan atau orang Yahudi, anda tidak akan pernah bisa masuk ke dalam surga yang penuh kenikmatan. Hal ini di sebabkan, menurut orang Yahudi sendiri, Tuhan mereka tidak memperkenankan orang yang tidak beragama Yahudi masuk ke dalam surga-Nya.

Pertanyaan nya, mengapa Tuhan memberi batasan hanya untuk kaum yang memiliki keturunan Yahudi saja yang bisa masuk ke dalam surga? Lalu, bagaimana nasib orang lain yang tidak mempunyai keturunan tersebut?

Konsep agama Yahudi ini memang sesuai dengan konsep bahwa Tuhan itu Satu dan Maha Memiliki segalanya. Namun, walaupun demikian akan sulit bagi anda (yang tidak ada darah keturunan Yahudi) untuk mencari kebenaran Tuhan anda di sini, oleh sebab faktor garis keturunan tersebut.

KRISTEN

Agama Kristen adalah salah satu agama yang mengaku-aku monotheisme, namun dalam kenyataannya ajaran Kristen adalah polytheisme, yaitu ketika kita melihat konsep aqidah mereka yang dikenal dengan Trinitas atau Tritunggal.

Kata Kristen berasal dari Kristus “Juru Selamat“ merupakan sebutan oleh Saulus (Paulus dari Tarsus) dan para pengikutnya. Agama Kristen telah terpecah jadi puluhan agama baru, dari yang sifatnya besar dan mendunia hingga yang lokal dan kurang populer. Namun secara umum, agama Kristen terbagi menjadi tiga agama baru, yang masing-masing memiliki gereja dan tokoh agama sendiri-sendiri. Ketiga agama terbesar dari lingkup agama Kristen ini yaitu: Katholik, Ortodox dan Protestan. Meskipun mereka berbeda dalam tempat ibadah dan pimpinan spiritualnya, bahkan dalam injilnya, namun mereka semua sepakat dengan prinsip ajaran trinitas atau tritunggal.

Agama Katholik adalah agama Kristen yang paling tua. Katholik sendiri berarti orang-orang umum dan mengaku sebagai induk segala gereja dan penyebar missi satu-satunya di dunia. Disebut pula dengan Gereja Barat atau Geraja Latin, karena mereka mendominasi Eropa Barat, yaitu mulai dari Italia, Belgia, Prancis, Spanyol, Portugal dan lain-lainnya. Disebut juga sebagai Gereja Petrus atau Kerasulan karena mereka mengaku bahwa yang membangun agama mereka adalah Petrus, murid Nabi ‘Isa yang paling senior.

Agama Katholik meyakini bahwa Roh Qudus tumbuh dari Tuhan Bapa dan Anak secara bersamaan. Mereka juga berkeyakinan bahwa Tuhan Bapa dan Tuhan Anak memiliki kesempurnaan yang sama. Bahkan mereka meyakini bahwa Yesus atau Tuhan Anak ikut bersama-sama dengan Tuhan Bapa mencipta langit dan bumi.

Adapun agama Ortodox yang disebut pula sebagai Gereja Timur atau Gereja Yunani adalah agama Kristen yang menyempal dari Kristen Katholik pada tahun 1054 M. Agama Ortodox meyakini bahwa Roh Qudus hanya tumbuh dari Tuhan Bapa saja, dan mereka meyakini bahwa Tuhan Bapa lebih utama daripada Tuhan Anak.

Agama Protestan adalah pengikut Martin Luther yang menyempal dari agama Katholik karena menganggap banyak hal yang tidak masuk akal dari agama Katholik. Disebut Protestan karena sikap mereka yang memprotes Gereja Lama atau kaum Katholik. Mereka menyebut dirinya dengan Gereja Penginjil karena pengakuan mereka yang hanya mau mengikuti Injil semata. Terkadang mereka disebut dengan Kristen saja. Agama Protestan di antara agama yang melarang membuat patung dan gambar untuk disembah. Walaupun demikian, mereka tetap me-yakini ajaran trinitas yang intinya adalah Tuhan itu satu tetapi terdiri dari tiga oknum.

Dalam sejarah ketuhanan umat Kristen, penuhanan Yesus baru dilakukan pada akhir Abad II Masehi. Kemudian pada Konsili di Necea tahun 325 Masehi, Tuhan Anak disejajarkan dengan Tuhan Bapa. Selanjutnya pada Abad III Roh Qudus dipertuhankan. Pada konsili di Ephese Bunda Maria disejajarkan dengan Trinitas oleh penganut Katholik. Begitulah sejarah ketuhanan dalam agama Kristen.

Konsep Trinitas ini cukup membingungkan bagi seseoang yang sedang dalam misi mencari kebenaran sejarah dan agama mana yang benar. Di salah satu ajaran gereja (Ortodox), mereka yakin bahwa Tuhan Bapa lebih utama di bandingkan dengan Tuhan Anak (Yesus). Dan di sisi Katolik, Tuhan Bapa dan Anak adalah sama. Dan kesimpulan dari sejarah ketuhanan di paragraph atas, Yesus tidak pernah menyatakan bahwa beliau adalah Tuhan karena pernyataan ini di nyatakan oleh Gereja pada akhir abad II Masehi, bukan pada saat Yesus sendiri hidup.

Hal ini menimbulkan kesan bahwa Tuhan Bapa dan Anak mempunyai kepribadian sendiri-sendiri dan tidak tunggal (Satu). Sehingga agama Kristen juga ini tidak sesuai dengan konsep bahwa Tuhan itu Satu dan yang Maha Memiliki segalanya (karena kekuasaan terbagi menjadi Tiga Oknum – Tuhan Bapa, Anak dan Roh Qudus).

SHINTO

Shinto (神道 Shintō, secara harfiah bermakna “jalan/jalur dewa atau roh”) adalah sebuah agama yang berasal dari Jepang. Dari masa estorasi Meiji hingga akhir Perang Dunia II, Shinto adalah agama resmi di Jepang.

Kata-kata Shinto sendiri sebenarnya berasal dari bahasa China yang berarti “jalan para dewa”, “pemujaan para dewa”, “pengajaran para dewa”, atau “agama para dewa”. Dan nama Shinto itu sendiri baru dipergunakan untuk pertama kalinya untuk menyebut agama asli bangsa Jepang itu ketika agama Buddha dan agama konfusius (Tiongkok) sudah memasuki Jepang pada abad keenam masehi.

Nama Shinto muncul setelah masuknya agama Buddha ke Jepang pada abad keenam masehi yang dimaksudkan untuk menyebut kepercayaan asli bangsa Jepang. Selama berabad-abad antara agama Shinto dan agama Buddha telah terjadi percampuran yang sedemikian rupa (bahkan boleh dikatakan agama Shinto berada di bawah pengaruh kekuasaan agama Buddha) sehingga agama Shinto senantiasa disibukkan oleh usaha-usaha untuk mempertahankan kelangsungan “hidupnya” sendiri. Pada perkembangan selanjutnya, dihadapkan pertemuan antara agama Budha dengan kepercayaan asli bangsa Jepang (Shinto) yang akhienya mengakibatkan munculnya persaingan yang cukup hebat antara pendeta bangsa Jepang (Shinto) dengan para pendeta agama Buddha, maka untuk mempertahankan kelangsungan hidup agama Shinto para pendetanya menerima dan memasukkan unsur-unsur Buddha ke dalam sistem keagamaan mereka. Akibatnya agama Shinto justru hampir kehilangan sebagian besar sifat aslinya. Misalnya, aneka ragam upacara agama bahkan bentuk-bentuk bangunan tempat suci agama Shinto banyak dipengaruhi oleh agama Buddha. Patung-patang dewa yang semula tidak dikenal dalam agama Shinto mulai diadakan dan ciri kesederhanaan tempat-tempat suci agama Shinto lambat laun menjadi lenyap digantikan dengan gaya yang penuh hiasan warna-warni yang mencolok.

Dewa-dewa dalam agama Shinto jumlahnya tidak terbatas, bahkan senantiasa bertambah, hal ini diungkapkan dalam istilah “Yao-Yarozuno Kami” yang berarti “delapan miliun dewa”. Menurut agama Shinto kepercayaan terhadap berbilangnya tersebut justru dianggap mempunyai pengertian yang positif. Sebuah angka yang besar berarti menunjukkan bahwa para dewa itu memiliki sifat yang agung, maha sempurna, maha suci dan maha murah. Oleh sebab itu angka-angka seperti 8, 80, 180, 5, 100, 10, 50, 100, 500 dan seterusnya dianggap sebagai angka-angka suci karena menunjukkan bahwa jumlah para dewa itu tidak terbatas jumlahnya.

Dari kutipan di atas dapat dilihat adanya tiga hal yang terdapat dalam konsepsi kedewaan agama Shinto, yaitu :

  • Dewa-dewa yang pada umumnya merupakan personifikasi dari gejala-gejala alam itu dianggap dapat mendengar, melihat dan sebagainya sehingga harus dipuja secara langsung.
  • Dewa-dewa tersebut dapat terjadi (penjelmaan) dari roh manusia yang sudah meninggal.
  • Dewa-dewa tersebut dianggap mempunyai spirit (mitama) yang beremanasi dan berdiam di tempat-tempat suci di bumi dan mempengaruhi kehidupan manusia.

Konsep banyak dewa ini sama dengan konsep agama Hindu dan Buddha yang menyembah banyak dewa, sehingga membuat konsep ini tidak sesuai dengan konsep Satu Tuhan yang Maha Memiliki segalanya.

 

TRADISIONAL CHINA


Orang-orang China sangat mempercayai adanya dewa-dewa dan roh-roh yang mendiami alam ini. Oleh karena itu, mereka memuja dan meminta pertolongan kepada dewa-dewa tersebut. Dalam Taoisme, sumber-sumber ketuhanan adalah Tao. Pada dasarnya, Tao diartikan sebagai “jalan” sebagaimana dijelaskan dalam Tao Te Ching dan buku-buku filsafat China. Dewa-dewa diartikan sebagai administrator dan birokrat yang dapat berbuat sesuatu jika mereka mau. Dalam Taoisme, Tao adalah yang menjadikan sesuatu yang tiada menjadi ada.Tetapi pengadaan ini tidak terlepas kaitannya antara Tao dengan Te. Te adalah kekuatan yang tidak kentara, daya kebajikan. Te adalah sesuatu yang menyebabkan segala sesuatu yang ada berupa seperti itu (keadaan). Contoh: Tao dan Te saling bertalian, keduanya tidak dapat terpisah. Tao ada sebelum adanya langit dan bumi. Tao merupakan sumber segala sesuatu, tetapi Tao bukan objek seperti objek-objek lainnya. Segala-galanya berasal darinya, tetapi dirinya tidak diasalkan. Tao berpedoman pada “spontanitas” (tzu jan). Semua yang terjadi di alam ini, terjadi dengan sendirinya tanpa ada campur tangan darimanapun. Terjadi sesuai dengan kodratnya.

Menurut dasar pikiran orang Cina, seluruh fenomena alam itu dapat dibagi dua klasifikasi yaitu yang dan yin. “Yang” merupakan prinsip dasar untuk laki-laki, matahari, arah selatan, panasnya cahaya (siang), dan segala yang termasuk keaktifan, sedangkan “yin” adalah suatu prinsip seperti: wanita, bulan, arah utara, dingin, gelap (malam), dan segala yang bersifat pasif. Orang Cina beranggapan bahwa manusia harus dapat menyesuaikan diri dengan ritme alam semesta. kehidupan harus harmonis dengan tiga dasar yaitu: kehidupan langit, bumi, dan kehidupan manusia itu sendiri. Di samping itu harus disesuaikan pula dengan fengsui yang berarti angin dan air. Penyesuaian itu berarti hidup manusia itu harus disesuaikan dengan arah angin dan keadaan air di mana manusia bertempat tinggal. Tiap bangunan yang dipergunakan harus pula disesuaikan dengan keadaan fengsui, sehingga akan terhindar dari segala malapetaka.

Kesimpulannya, sekali lagi, konsep banyak dewa ini sama dengan konsep agama Hindu dan Buddha yang menyembah banyak dewa, sehingga membuat konsep ini tidak sesuai dengan konsep Satu Tuhan yang Maha Memiliki segalanya.

ISLAM

Di dalam ajaran Islam, setiap muslim wajib untuk jelas-jelas menyembah satu Tuhan saja, yaitu Allah. Allah tidak hanya memiliki surga (kehidupan setelah kematian), namun Dia-lah yang juga memiliki kerajaan di langit (universe), bumi, dan di antara keduanya.

Seberapa besar tempat tinggal yang disediakan Allah untuk penghuni surga?

“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhan-mu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa”  [Ali Imran 133]

Bahkan satu-satu nya agama yang menerangkan bahwa Allah memiliki 7 lapis langit (multiverses), yang baru-baru ini para ilmuwan sudah mulai meyakini bahwa universe (alam semesta) yang kita tau saat ini (langit pertama) bukan satu-satu nya, dan masih terdapat 6 alam semesta lagi di atas alam semesta kita.

“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu” [Al-Baqarah: 29].

“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” [Al-Mulk:3].

Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun”. [Al-Isra: 44].

Langit pertama adalah alam semesta yang para astronomi pelajari hingga saat ini masih belum mengetahui dengan pasti berapa luas nya dan juga belum mengetahui berapa banyak planet, bintang, galaxy dan lain-lain yang terdapat hanya di langit pertama (ber-trilliun-trilliun banyaknya dan masih tidak terhitung). Lalu, langit kedua adalah langit yang jauh lebih besar dan lebih luas di bandingkan dengan langit pertama. Perumpamaan-nya seperti cincin manusia yang berada di padang pasir yang luas (hadith nabi Muhammad). Cincin di sini adalah ibaratnya besar-nya langit pertama dan padang pasir yang luas adalah besarnya langit kedua. Dan lalu, langit ketiga pun sama jauh lebih besar dari langit kedua (perumpamaan yang sama dengan langit pertama dan kedua). Dan, seterusnya hingga langit ketujuh. Dan, Allah bersemayam di atas-nya lagi dari langit ketujuh, yaitu Arsy.

 

 

 

Bukankah ini sangat luar biasa? Di Islam, bumi dan isinya adalah sesuatu yang sangat sangat sangat kecil dan hampir tidak berarti.

Yang kedua, Islam mengajarkan bahwa Allah adalah Tuhan yang kekal abadi. Pengajaran ini sebenarnya tidak berbeda dengan konsep Tuhan di agama lain, namun aplikasi nya berbeda dengan di agama lain.

Islam mengajarkan kita untuk meraih segala kesejahteraan kehidupan setelah kematian, bukan berusaha keras untuk meraih kesejahteraan kehidupan di dunia ini. Sebab, mengingat hampir segala kegiatan di bumi ini sering terjadi ketidakadilan dan kejahatan. Ini berarti kematian di bumi bukanlah akhir dari segalanya, namun justru kelanjutan hidup kita untuk menempuh yang lebih panjang dan kekal. Pengetahuan sebesar ini tidak di miliki oleh agama-agama lain.

Allah berfirman:

“Tetapi kalian memilih kehidupan duniawi sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.”  [Al-A’la 16-17]

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat (surga) itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? ”  [Al-An’am 32]

‘Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (surga) nanti ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” [Al Hadit 20-21]

 

 

APAKAH ILMU PENGETAHUAN SAINS MEMBERIKAN JAWABAN TENTANG KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN ?

Secara alami, hal ini menimbulkan pertanyaan apakah ada bukti tentang kehidupan setelah akhir jaman. Pertanyaan pertama: Apakah ilmu pengetahuan modern saat ini mampu memberikan jawaban bahwa kehidupan akhir jaman itu benar terjadi ?

Untuk menjawab pertanyaan pertama di atas memerlukan ilmu pengetahuan sains dari berbagai macam disiplin yang sangat tinggi. Sampai detik ini pun, ilmu pengetahuan tentang alam nyata (mencakup bumi dan alam semesta) saja masih belum bisa terungkap. Sains juga masih belum bisa mengungkap kanapa sesuatu atau seseorang bisa hidup dan mati ? Mengapa demikian ? sebab Ilmu tersebut memerlukan pengetahuan mengenai keberadaan alam lain selain alam nyata (dunia bumi dan alam semesta). Namun, sejak perkembangan ilmu sains hingga sekarang, sebagian besar para pakar ilmuwan sains telah mulai mempercayai adanya alam lain, atau yang sering di sebut sebagai alam tidak nyata, atau ghaib, atau the dark world. Para ilmuwan sepakat apabila ada benda yang mempunyai sifat positif, maka pasti akan ada benda yang mempunyai sifat negative. Arti nya, segala sesuatu pasti terdapat lawan jenis. Hal ini sama dengan mempercayai bahwa apabila ada alam nyata, sudah pasti juga terdapat alam tidak nyata (ghaib). Para ilmuwan modern saat ini sepakat bahwa alam semesta ini bergerak meluas di sebabkan oleh kekuatan dari alam ghaib (dark energy and dark matter). Hal ini membuktikan bahwa alam ghaib memang ada. Klick disini untuk mempelajari lebih dalam mengenai dark energy dan dark matter.

Sebagai kesimpulan, ilmu pengetahuan sains memang belum cukup bukti untuk membuktikan alam kehidupan lain, namun sudah mulai ada tanda-tanda bukti menuju ke arah sana walaupun hanya sedikit.

Alasan pertama, alam semesta ini ada yang men-design dan mengatur. Tidak lah mungkin segala sesuatu yang bisa kita lihat maupun yang tidak bisa kita lihat, tiba tiba muncul tanpa ada yang menciptakan, sang pencipta, yaitu Tuhan. Alasan kedua, alam semesta ini dalam keadaan seimbang, sebagai contoh menurut teori “Big Bang”apabila alam semesta ini tercipta dengan gravitasi sedikit saja berkurang, maka seluruh alam semesta akan tersedot kembali ke titik nol atau awal. Sedangkan, apabila alam semesta ini melaju dengan kecepatan yang sedikit terlalu cepat saja, maka akan benda-benda langit, seperti bumi, matahari, bintang-bintang, planet-planet, dan lain-lain, tidak akan terbentuk sama sekali. Artinya, alam semesta ini dalam keadaan seimbang.

 

 

Apakah syarat-syarat dan peraturan untuk bisa memasuki dan menikmati kehidupan surga tersebut ?

Setelah anda setuju dengan pendapat di atas (Tuhan hanya ada satu), marilah kembali ke analogi pemilik sebuah properti seperti yang kita bahas di atas. Terdapat dua kemungkinan apakah kita bisa memasuki properti tersebut, yaitu semua orang bisa memasuki secara bebas (tapa persyaratan), atau hanya beberapa orang saja yang bisa memasuki properti tersebut (surga). Mari kita simak kembali peraturan-peraturan yang di keluarkan oleh agama-agama di atas, apakah terdapat aturan main (syarat-syarat) yang harus di penuhi sebagai bahan seleksi sebelum memasuki kehidupan surga serba mewah? Atau tidak ada persyaratan? Apabila tidak ada, tentulah semua orang bisa memasuki nya tanpa seleksi. Namun, apabila ada, maka kita harus bisa lolos seleksi dengan mematuhi syarat-syarat tersebut. Di sini lah tugas kedua kita di dunia ini, yaitu mematuhi segala perintah-perintah Tuhan dan menjahui segala larangan-larangan nya (syarat-syarat tersebut). Dan sekali lagi, kita harus segera melakukan tugas ini sebelum kematian menemui kita.

Apabila kita simak kembali, apakah syarat-syarat ini sudah di kemukakan oleh para pembawa berita (nabi-nabi) terdahulu, atau tidak. Mari kita pelajari bersama di bawah ini, apa saja syarat-syarat yang telah di sampaikan oleh setiap nabi di setiap agama.

 

Apakah ada pendahulu-pendahulu kita (nabi-nabi) yang pernah mengajarkan ilmu pengetahuan mengenai adanya kehidupan kedua setelah kematian, dan apa saja syarat-syarat yang harus kita tempuh untuk bisa memasuki nya?

Untuk menjawab pertanyaan ini, memang sampai detik ini belum ada seseorang dari kematian, hidup kembali ke dunia nyata kita. Atau, seseorang dari kehidupan ghaib melakukan kunjungan ke dunia nyata dan memberi kabar tentang kehidupan ghaib tersebut. Apabila belum pernah ada orang yang berbuat demikian, lalu siapa yang pernah membawa berita penting tentang kehidupan kembali yang di anggap tidak nyata (ghaib) tersebut ?

Lalu, kepada siapa kita bisa mendapatkan ilmu mengenai kehidupan alam ghaib tersebut ? Kita membutuhkan pengetahuan tentang ini karena di setiap properti yang serba mewah dan berkecukupan, tentulah pasti ada pemiliknya. Dan tentu lah, kita memerlukan mendapat ijin dari pemilik tersebut apabila ingin memasuki nya.

Jawaban-nya adalah tentu lah dari sang pencipta kedua alam (nyata dan ghaib). Dan sang pencipta telah memberi kabar ini melalui perantara utusan-utusan (para nabi). Mereka (para nabi) telah menjelaskan berulang-ulang mengenai kehidupan akhir jaman dan bagaimana untuk meraih nya.

Pemberitahuan dan pengetahuan tentang kehidupan kedua ini adalah hal yang sudah umum dan di ketahui oleh kalangan banyak orang dalam berbagai macam agama, yaitu Hindu, Budha, Yahudi, Kristen dan Islam. Dan setiap agama, bukti pemberitaan ini telah di tulis di dalam kitab-kita mereka.

 

PERSAMAAN PENGERTIAN KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN ANTARA AGAMA HINDU DAN ISLAM

Dunia meng-klaim bahwa agama hindu adalah agama tertua di dunia. Dalam agama hindu kuno (vedic), terdapat 4 kitab yaitu Rig Veda, Yajur Veda, Sama Veda dan Artharva Veda, yang berisi dan menjelaskan tentang kehidupan lain setelah kehidupan dunia ini.   Ke-empat kitab tersebut menyatakan kehidupan ini.

Seorang pakar hindu kuno (vedic), yaitu Shree Rahul Samkithyayan penah berkata “The Rishis of the verdic period believed that there is another world beyond this one. It is to that world that all good men go after they die. They will be able to enjoy eternal bliss in that world. And in the netherworld there is a place called hell, which is surrounded by thick darkness”. (Universal Visions, Page 552, Samskrithyayan).

Arti dalam Bahasa Indonesia:

Para Resi (orang suci dalam agama hindu) pada jaman hindu kuno mempercayai bahwa ada kehidupan lain setelah kehidupan dunia sekarang. Dimana dunia itu terdapat para orang baik setelah kematian. Mereka bisa menikmati kehidupan setelah kematian itu dengan sangat bahagia. Selain itu, di kehidupan setelah kematian itu, terdapat juga tempat yang disebut “neraka”, yang di kelilingi oleh kegelapan yang tebal.

Hal ini berlawanan dengan teori re-incarnation, yang di claim oleh para pendeta Hindu dan mengatakan bahwa orang yang berbuat baik akan di lahirkan kembali berulang-ulang. Pernyataan ini di tulis di dalam ayat Chandagyopanished 5:10:7, sbb:

Thadya iha ramaneeya charanaa abhyas

hyahnhayathe ramaneeyam yoneem

Aapadhyeran Brahmanayoneem Va

Kshathriyayoneem va Vysysayoneem va,

Adhya iha kapuyacharana abhyas

Hahayather kapuyam yoneem

Aapadhyeran shyoyoneem va

Sukarayoneem va Chandala Yoneem Va

 

Artinya: Mereka yang mengejakan kebajikan, akan di lahirkan kembali melalui vagina Brahmana, Kshatriya atau Vysya. Sedangkan mereka yang berbuat kejahatan, akan di lahirkan kembali melalui vagina seekor anjing, babi atau chandalas.

Pernyatan ini jelas tidak terbuki kebenaran nya (kitab hindu ini sudah di edit) karena dosa-dosa yang telah mereka lakukan di kelahiran sebelumnya. Asumsi ini dengan menempatkan Chandalas di tempat se-level dengan anjing dan babi adalah manipulasi dari para pejabat pejabat-pejabat tinggi kepada kaum yang lemah.

Selain di kitab Rishis (verdic kuno), pernyataan lain dapat di temukan di kitab Unpanishads yang telah membuktikan adanya kehidupan setelah kematian di alam lain (bukan bumi atau alam semesta yang kita observasi saat ini) adalah sbb:

Asurya naama the loka andhena thamasa vrithaha

Thaam stheyprethyabhigat chandyiye ke chath mahano janaha.

Artinya: Kehidupan di dunia ini yang serba kekurangan sinar matahari ini adalah penuh dengan kegelapan. Mereka yang kekurangan kepercayaan agama dan hanya mencari kekayaan kehidupan dunia, melupakan Tuhan, akan meraih dunia penuh kegelapan.   [Easawasyoanishad-3].

Dan, deskripsi mengenai kehidupan di surga di jelaskan di dalam kitab

Sorge lokey na bhayam kinjanasthi

na thathrathwam na Jaraya bibhethy

Ubhe, theerthwashanaya pipasay

Shokathigo mothaathe swargha loke

Artinya: Ketakutan tidak di kenal di surga. Tidak ada Kematian lagi disana, anda tidak perlu ketakutan akan menjadi tua dan meninggal. Mereka yang tinggal disana tidak menjadi kesusahan dan kesedihan. Dan mereka mendapatkan segala macam kebahagiaan. [Katopanishad 1:1:12]

Dalam konsep agama Islam, kitab Esasawasyoanishad mirip dengan surat dalam kitab Al-Quran, yaitu dalam surat Al-Imran, sebagai berikut:

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” [Al-Quran, Al-Imran 185]

Lalu kitab Katopanishad mempunyai terjemahan yang mirip dengan Al-Quran dalam surat Al-Baqarah, sebagai berikut:

Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu”. Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya. [Al Quran, Al-Baqarah 25].

Kedua pesan di atas dalam kedua kitab suci, Hindu dan Islam, membawa pesan yang sama, yaitu supaya kita tidak tertipu oleh kehidupan dunia saat ini, berusaha mencari jalan menuju kebahagian kehidupan surga. Jadi, intinya kita harus lebih fokus dan meluangkan banyak waktu untuk mencari kebenaran dan jalan untuk bisa meraih kehidupan surga semasa kita masih hidup di dunia.

 

PERSAMAAN PENGERTIAN KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN ANTARA AGAMA KRISTEN DAN ISLAM

Yesus Kristus pernah memberikan nasihat kepada umatnya supaya menyerahkan sebagian harta kekayaan nya untuk mendapatkan pengampunan di kehidupan nanti (setelah kematian). Nasihat ini tercatat dalam kitab injil, sbb:

Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.[Matthew 6:19-21]

Maksud dari kutipan di atas bahwa Yesus memberi nasihat supaya seseorang yang mempunyai harta lebih dari kebutuhan nya untuk memberi sebagian harta nya (sedekah) untuk orang lain yang membutuhkan (terutama kepada fakir dan miskin), dan tidak menyimpannya di tempat penyimpanan (seperti bank dan badan keuangan lain-nya). Harta yang di sedekah-kan tersebut akan menjadi nilai kekayaan yang akan dapat di petik di surga kelak.

Dan, beliau juga menerangkan dengan jelas bagaimana cara menebus dosa yang benar, apabila seseorang melakukan dosa seperti mencuri, berzina dan lain-lain dengan fisik badan mereka yaitu dengan tangan, kaki atau mata, melalui kutipan Injil sebagai berikut.

Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan; (di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.) Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka; (di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.) Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka, di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam. Karena setiap orang akan digarami dengan api.[Markus 9: 43-49]

Di kedua pesan di atas, Yesus dengan jelas memberi kabar bahwa akan ada kehidupan kedua (yaitu kehidupan di kerajaan Allah), yaitu kehidupan di surga (kebahagiaan) dan neraka (api yang tidak akan pernah padam).

Dalam pesan kedua di atas (Markus 9: 43-49), Yesus dengan jelas memberi nasihat dan ajaran bagaimana untuk meraih kehidupan surga dan bagaimana untuk menebus kesalahan dosa selama hidup di dunia sekarang. Kesimpulannya adalah untuk menebus dosa,  membutuhkan usaha yang extra dan terkadang tergolong extrim (bahkan menurut standar jaman modern saat ini). Menurut pesan tersebut, sebenarnya umat kristen tidak hanya cukup percaya keberadaan Yesus saja namun juga melakukan sesuatu terhadap anggota badan yang melakukan dosa supaya tidak menjadi beban dosa di hari perhitungan kelak, yaitu pada hari dimana setiap anggota badan akan di tanya dan di minta pertanggung jawaban.

Di dalam agama Islam, Al-quran juga telah menjelaskan prinsip yang mirip dengan injil surat Matthew di atas dalam surat Al-Baqarah, sebagai berikut:

Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. [Al-Baqarah 267]     

Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan”. Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.” [Al-Baqarah 215]    

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. [Al-Baqarah 261]    

Ayat di atas, Allah memberi perintah secara langsung untuk melakukan amal kebajikan dengan ber-sedekah dari hasil usaha, seperti gaji bulanan, aset, profit perusahaan, dan lain-lain. Dengan sedekah, seorang muslim di janjikan untuk menabung pahala (nilai kekayaan) yang akan di petik di waktu kehidupan setelah kematian kelak.

Lalu, seperti apakah kehidupan di akhirat kelak ?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, apakah anda bisa ber-imaginasi tempat wisata hiburan yang paling menarik yang ingin anda kunjungi di bumi ini ? Menurut beberapa data survey dari Travel & Leisure, Huffington Post dan US News, sebagian besar orang ingin ber-wisata ke tempat-tempat di mana ada air mengalir, sebagai contoh, pantai yang memiliki ombak yang besar dan bergerak, angin yang berhembus tidak panas dan tidak pula dingin. Dan, tentunya di temani oleh keluarga, cinta sejati dan banyak pelayan-pelayan yang akan terus menyajikan minuman dan makanan.

http://www.travelandleisure.com/trip-ideas/best-places-to-travel-in-2017#veracruz-mexico

http://www.huffingtonpost.com/2013/01/13/best-places-to-visit-vacations-2013_n_2459440.html?slideshow=true#gallery/273645/0

http://travel.usnews.com/rankings/best-honeymoon-destinations/

Tempat-tepat wisata terbaik di dalam surga sesuai dengan keinginan kebanyakan manusia di dunia. Al-Quran memberikan deskripsi tentang surga, sebagai berikut.

“Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dari surga, mereka berkata, “Inilah rezeki yang diberikan kepada kami dahulu.” Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa. Dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya.”  [Al-Baqarah 25]

“Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik dan jelita.”  [Ar-Rahman 70]

“Laksana mutiara yang tersimpan baik.”  [Al-Waqi’ah 23]

“Seakan-akan mereka itu permata yakut dan marjan.” [Ar-Rahman 58]

Dan, para penghuni surga wanita disambut oleh anak-anak kecil yang lucu dan pemuda-pemuda yang tampan-tampan. Umur mereka tidak bertambah. Selalu terlihat indah dipandang. Tugas mereka adalah melayani para penghuni surga. Mereka berkeliling disekitar penghuni surga untuk selalu siap melayani apapun kemauan tuannya. Allah swt berfirman,

“Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda.” [Al-Waqi’ah 17]

“Dan mereka dikelilingi oleh para pemuda-pemuda yang tetap muda. Apabila kamu melihatnya, akan kamu kira mereka, mutiara yang bertaburan.”  [Al-Insaan 19]

Begitulah gambaran tentang Surga.

1. Surga Firdaus diciptakan oleh ALLAH dari emas. Calon penghuninya dijelaskan dalam Surat 23/Al-Mukminun ayat 1- 11, ialah :

a. orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya,
b. orang-orang yang memelihara sholat,
c. orang-orang yang berpaling dari pekerjaan yang sia-sia.
d. orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali kepada istri-istri mereka

2. Surga Adn diciptakan oleh Allah SWT dari intan putih. Calon penghuninya, ialah
a) Orang-orang yang sabar karena mencari keridhoan Tuhan- nya, mendirikan sholat dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan. (QS. 13IAr Ro’du: 22-24)
b) Orang yang bertaubat, beriman, dan beramal saleh. (QS. 19/ Maryam: 60-61)
c) orang-orang yang benar-benar bertakwa. (QS. 38/Shod: 49- 50)

3. Surga Na’im diciptakan oleh Allah SWT dari perak putih. Calon penghuninya, ialah
a. orang-orang yang beriman dan beramal saleh (QS. 31/ Luqman: 8)
b. orang-orang yang bertakwa (QS. 68/Al-Qolam: 34)

4. Surga Ma’wa diciptakan oleh Allah SWT dari zamrud hijau. Calon penghuninya, ialah:
a. orang-orang yang bertakwa kepada Allah SWT (QS. 53/An- Najm: 15)
b. orang-orang yang benar-benar beriman dan berawal saleh. (QS 32/As-Sajdah: 19)
c. orang-orang yang takut kepada kebesaran Allah SWT dan menahan diri dari hawa nafsu yang buruk. (QS. 79/An- Nazi’at: 40-41)

5. Surga Darussalam diciptakan oleh Allah SWT dari yakut merah. Calon penghuninya sebagaimana yang diterangkan dalam Surat Al-An’am ayat 127, ialah:

a. orang-orang yang kuat iman dan islamnya;
b. orang-orang yang memperhatikan ayat-ayat Al-Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari karena Al­lah SWT.

6. Surga Darul Muqomah diciptakan oleh Allah SWT dari permata putih. Calon penghuninya, ialah orang-orang yang kebaikannya amat banyak dan sangat jarang berbuat kesalahan.

7. Surga Al-Maqomul Amin diciptakan oleh Allah SWT dari emas. Calon penghuninya, ialah orang-orang yang keimanannya telah mencapai tingkat muttaqin, yakni orang-orang yang benar- benar bertakwa kepada Allah.

8. Surga Khuldi diciptakan oleh Allah SWT dari marjan merah dan kuning. Calon penghuninya, ialah orang-orang yang taat menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. (QS. 25/Al-Furqon: 15)

Kembali lagi mengenai tujuan hidup di dunia versus di akhirat, dapat di pelajari ayat Allah sbb:

“Dan apa saja yang diberikan kepada kamu (harta, jabatan, kekuasaan, kebahagian dunia, ilmu, dan lain-lain), maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?” [QS. Al-Qasas: 60].

Maksud dari ayat tersebut diatas adalah segala keinginan dunia kita adalah bersifat sementara. Di surga akhirat kelak, segala sesuatu-nya akan menjadi kekal dan selama-lama nya.

Begitulah bagaimana gambaran mengenai kehidupan setelah kematian. Maka sudah seharusnya setiap individual berusaha mencari kebenaran dan beribadah kepada ALLAH, Tuhan yang Satu dan yang Sebenarnya.