What Happens to Your Body When You Fast

Apa yang terjadi pada badan anda pada saat anda ber-puasa ?

(Terutama pada saat bulan Ramadhan)

Begini cara kerjanya.

Saat Anda makan, Anda menyimpan sebagian energi itu di hati sebagai glycogen. Tetapi setelah 10 hingga 12 jam tidak makan, cadangan glycogen Anda akan sangat rendah. Akibatnya, Anda mungkin merasa lebih mudah marah daripada biasanya – atau “hangar.” Namun dalam Islam, hal ini perlu di cegah atau di kontrol.

Keuntungannya adalah, dengan sedikit glycogen yang tersisa, sel-sel lemak di tubuh Anda melepaskan lemak ke dalam aliran darah Anda. Sel-sel lemak menuju langsung ke hati Anda, di mana mereka diubah menjadi energi untuk tubuh dan otak Anda. Jadi Anda benar-benar membakar lemak untuk bertahan hidup.

Sampel darah menunjukkan orang-orang yang berpuasa selama 12 sampai 24 jam mengalami peningkatan 60% energi dari lemak, dengan perubahan terbesar terjadi setelah 18 jam. Ini adalah manfaat dari puasa karena menempatkan Anda dalam keadaan yang disebut “ketosis.” Dan itulah mengapa para peneliti berpikir puasa bisa menjadi kunci menuju kehidupan yang lebih panjang dan lebih sehat.

Proses pembakaran lemak melepaskan zat kimia yang disebut ketones. Di otak, ketones memicu pelepasan molekul penting yang disebut BDNF. BDNF membantu membangun dan memperkuat neuron dan koneksi saraf di area otak yang bertanggung jawab untuk belajar dan mengingat. Yang dapat menjelaskan mengapa peningkatan produksi ketones telah terbukti meningkatkan memori pada orang dengan tanda-tanda awal demensia dalam waktu enam minggu. Peningkatan keton dalam tubuh merupakan pengobatan umum untuk pasien dengan epilepsi berat.

Sekelompok orang yang mencoba metode ini selama tiga bulan tidak hanya kehilangan berat badan dan lemak tubuh tetapi juga penurunan tekanan darah dan hormon (IGF-1) yang berkaitan dengan penuaan dan penyakit.

Tetapi para ilmuwan telah menemukan bahwa puasa meningkatkan kadar ketones lebih banyak di bandingkan dengan metode lain, seperti diet. Ketogenic diet dapat meningkatkan ketones empat kali lipat sementara puasa telah terbukti meningkatkan ketones hingga dua puluh kali lipat. Akibatnya, berpuasa, dibandingkan dengan diet ketogenik, mungkin memiliki efek yang lebih kuat dan lebih bermanfaat pada kesehatan secara keseluruhan.

Orang yang mengonsumsi makanan 3 kali sehari dan dengan tambahan snack di tengah-tengah, tidak akan bisa mencapai ketones ini.

Puasa dan ketosis merupakan kunci bagi kelangsungan hidup kita sejak awal. Mereka membantu nenek moyang kuno kita bertahan hidup melalui serangan kelaparan. Dan hari ini mereka diakui sebagai cara untuk membantu menjaga generasi masa depan secara mental dan fisik bebas penyakit.

(di kutip dari pakar neuroscientists in this field, Mark Mattson of the National Institute on Aging Intramural Research Program, web: http://www.businessinsider.com/fasting-diet-ketosis-brain-body-effects-2017-12/?IR=T)

BENEFITS OF FASTING FOR THE BRAIN

 WHY FASTING CAN BOOST YOUR BRAIN POWER

According to research conducted by neuroscientist, Mark Mattson and others, cutting your energy intake by fasting several days a week might help your brain ward off neurodegenerative diseases like Alzheimer’s and Parkinson’s while at the same time improving memory and mood.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *